Ramadhan satu momentum perubahan

Alhamdulillah, segala pujian-pujian bagi Allah SWT, selawat dan salam keatas junjungan besar Nabi kita Muhammad S.A.W, keluarga serta para sahabat dan para pejuang kebenaran. Di saat dan ketika ini kita masih diizinkan untuk terus berada dibawah lembayung keindahan dan keberkatan bulan Ramadhan, bulan yang  dianugerahkan segala keistimewaan dan kebaikan, bulan yang padanya terzahir erti pengorbanan dan ketaatan, disiplin dan kesabaran, bulan yang padanya diturunkan Al Qur’an, yang membangkitkan kita dari kelalaian dan kealpaan, bulan yang bersamanya dibentangkan peta lakaran perubahan dan pembaikan individu dan umat, bulan yang merupakan madrasah untuk menghisab dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan sanubari dan jiwa, menilai kembali tujuan dan makna kehidupan dalam sinaran petunjuk Ilahi agar menjadi bekalan di sepanjang perjalanan menuju Allah Azza Wajalla.

Ikhwah dan akhawat yang dikasihi,

Sebagaimana yang  kita ketahui, titik awal perubahan adalah bermula dari dalam jiwa setiap insan, jiwa yang secara fitrahnya terlalu inginkan kebaikan dan kesejahteraan yang akhirnya mampu memancarkan akhlak dan suluk kesantunan, menyusun segala urusan kehidupan, berdisiplin dalam tindakan, bijak dalam berpandangan, prihatin dan amanah dalam amal dan pekerjaan, cekal dan lasak mendepani cabaran dan kesemua itu memerlukan usaha yang panjang dan berkesinambungan.

Firman Allah:

Sungguh beruntung orang yang selalu membersihkan jiwanya dan sungguh rugi orang selalu mengotori jiwanya”. (As-Syams: 9-10)

Seharusnya kita semua sedar bahawa perubahan sebenar kearah kebaikan dan kesempurnaan bukan hanya sekadar impian dan angan-angan, tetapi ia merupakan letupan kesedaran dan keinsafan, kesungguhan (jiddiyyah) yang nyata dan himmah yang tinggi menjulang.  Dimulai dengan pembersihan jiwa dari segala kekurangan dan kesilapan dan kemudian mengisi dan menghiasinya dengan manhaj dan thaqafah ketaqwaan hingga jelas kesannya dalam tutur bicara dan ucapan, tindakan dan perbuatan, interaksi dan perhubungan sesama saudara seperjuangan, keluarga, masyarakat dan manusia di segenap lapisan.

Cetusan perubahan ini akan berterusan sekiranya ia senantiasa disuburkan dengan manhaj tarbiyyah yang berkesan serta dibasahi dengan siraman iman bersama bekalan-bekalan sepanjang perjalanan. Apatah lagi, dibulan Ramadhan yang Allah kurniakan kemudahahan dan keringanan untuk kita melakukan kebaikan dan perubahan yang intensif kerana pintu-pintu kebaikan telah terbuka luas dan ruang-ruang kejahatan telah tertutup rapat dan syaitan-syaitan telah terbelenggu dengan kuat.

Sabda Rasulullah SAW:

Apabila tiba bulan Ramadhan maka pintu-pintu syurga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup dan syaitan-syaitan terbelenggu, dan ada seruan yang memanggil: Wahai para pencari kebaikan bersegeralah, dan wahai para pelaku kejahatan berhentilah”. (HR. At-Tirmidzi )

Ikhwah dan akhawat fillah,

Inilah masa keemasan dan kesempatan yang sangat berharga untuk memperbaiki jasad dan jiwa, membangun nilai-nilai dan perilaku yang mulia, menghapus sikap dan sifat tercela serta mengeluarkan diri dari kongkongan individualisme menuju kepada keharmonian hubungan sesama manusia.

Jangan kita lalai untuk memanfaatkan sebaiknya momentum perubahan yang  ada didalam bulan Ramadhan untuk membangkitkan ruh dan semangat untuk beramal, dasarilah ia dengan keikhlasan yang murni kerana Allah semata-mata, muhasabah diri dan merenung segala dosa dan kesilapan serta bertaqarrub dengan memperbanyakkan ibadah dan kebajikan.

Juga hayatilah sepenuhnya makna jihad dan susah payah, tunduk dan insaf melihat keadaan ummat yang semakin parah, yang bukan hanya untuk kita berserah kepada Allah tetapi berusaha dengan sepenuh kemampuan dan iradah, berkorban masa, tenaga dan maddiyyah, moga disana ada saham dan sumbangan kita apabila kelak ditanya oleh Allah SWT.

Ikhwah dan akhawat yang dirahmati Allah,

Jadikan bulan Ramadhan sebagai pelaburan untuk kita menyatukan saf dan membina kekuatan, mempertautkan ukhuwwah dan persaudaraan, memperkemaskan gerak kerja dan perancangan agar terus tegar menghadapi segala ancaman dan cabaran untuk mendaulatkan syariat Allah.

Jadikanlah juga bulan Ramadhan sebagai sinar harapan setelah kekecewaan, kemudahan dan kelapangan setelah kesusahan, kegembiraan setelah kedukaan, ketenangan setelah keresahan dan anugerah kebahagiaan saat pertemuan dengan Allah dengan limpahan ganjaran atas ketaatan dan kesabaran.

Sabda Rasulullah SAW:

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkatan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlumba-lumbanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.”  (HR.Ath-Thabrani)

Akhir kata, jangan sia-siakan bulan Ramadhan yang  berharga ini sehingga berlalu begitu sahaja tanpa sedikit pun memberi kesan kepada jasad dan jiwa, rebutlah peluang keemasan dan bersegeralah memanfaatkannya sebelum ia pergi meninggalkan kita. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi noktah perubahan jiwa menuju kehidupan yang lebih bertaqwa dan penuh makna.

Wallahu waliyyuttaufiq.

Ramadhan Kareem.

 

 

 

 

 

 

Mohd Zuraidi Bin Zakaria

YDP Isma Cawangan Gombak

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *